Warning: Undefined array key "id" in /home/u5238177/public_html/newsumatera.com/wp-content/plugins/seo-by-rank-math/includes/opengraph/class-image.php on line 119

Warning: Undefined array key "id" in /home/u5238177/public_html/newsumatera.com/wp-content/plugins/seo-by-rank-math/includes/opengraph/class-twitter.php on line 194

Tradisi Tari Pasambahan Minangkabau

  • Bagikan
Minangkabau merupakan salah satu etnis yang tersebar di daratan Sumatera Barat, bagian barat Riau, Bagian Utara Bengkulu, dan di beberapa daerah lainnya, samapi ke Negeri Sembilan Malaysia.

Minangkabau menyimpan sangat banyak sekali tradisi-tradisi unik dan layak untuk dipublikasikan. Salah satunya adalah tari pasambahan.

Tari pasambahan merupakan tarian tradisional adat Minangkabau. Sejak zaman dahulu tari ini sudah dikenal oleh masyarakat minangkabau.

Tujuan dari tarian ini selain dari penyambutan juga sebagai ucapan selamat datang dan ungkapan rasa hormat kepada tamu yang datang.

Biasanya tari pasambahan ini ditampilkan pada saat kedatangan tamu penting seperti presiden, walikota, bupati dan lain-lain. Selain itu tari pasambahan juga ditampilkan ketika kedatangan pengantin pria ke rumah pengantin wanita.

Pergelaran tari pasambahan tidak saja sebagai penyambut tamu, tetapi juga dipertunjukan pada pementasan seni dan budaya Minangkabau.

Pada saat sekarang ini walaupun ada di beberapa kota yang masuk daerah Minangkabau yang masih menjalankan tradisi ini, tetapi di kota-kota besar seperti Kota Padang sudah sangat jarang sekali tradisi ini dilakukan. kecuali untuk pementasan seni dan beberapa hal lainnya. Sedangkan untuk penyambutan tamu-tamu penting dan penyambutan pengantin pria ini sudah sangat jarang seali kita temui.

Sangat disayangan jika tradisi yang unik ini tidak dirasakan oleh generasi selanjutnya, padahal tari pasambahan memiliki makna yang baik. Mudah-mudahan sanggar-sanggar seni yang ada di Sumatera Barat bisa tetap melestarikan tradisi dan warisan dari nenek moyang kita kedepannya, sehingga anak cucu generasi selanjutnya juga menikmati keindahan dan keunikan tradisi dari nenek moyang kita.

Diharapkan juga agar selalu dijaga ke originalan dari tradisi pasambahan ini, jangan sampai nantinya di campur aduk dengan tarian modern yang mengakibatkan hilangnya makna dari tari pasambahan itu sendiri.

Penulis menyampaikan ini karena banyak sekarang ini tradisi-tradisi yang mulai dirubah, contoh saja seperti tradisi randai yang mana pada saat sekarang ini sudah ada versi modernnya. Yang akibatnya alur cerita yang disampaikan dalam gerakan-gerakan randai pun sudah tidak tampak lagi dan sulit dimengerti, yang bisa kita lihat hanyalah gerakan-gerakan seperti pencak silat dan ceritanya pun akan dapat kita fahami hanya melalui gurindam yang dinyanyikan.

Waktu boleh berkembang, akan tetapi warisan nenek moyang jangan lah kita ubah semau kita karena itu hanya akan mengubah makna dari warisan yang kita terima tersebut.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *