Warning: Undefined array key "id" in /home/u5238177/public_html/newsumatera.com/wp-content/plugins/seo-by-rank-math/includes/opengraph/class-image.php on line 119

Warning: Undefined array key "id" in /home/u5238177/public_html/newsumatera.com/wp-content/plugins/seo-by-rank-math/includes/opengraph/class-twitter.php on line 194

Puncak Pato, Objek Wisata Alam Kabupaten Tanah Datar

  • Bagikan
Sumber Gambar: Wisata Trend

Sumatera Barat memiliki banyak sekali objek wisata alam yang patut untuk dikunjungi. Apalagi bagi para pecinta traveler tentu Sumatera Barat merupakan salah satu daerah yang menjadi buruannya, karena disana terdapat banyak sekali objek wisata. Mulai dari wisata alam, wisata religi sampai dengan wisata bahari.

Batusangkar adalah sebuah kota yag terdapat di Provinsi Sumatera Barat. Kota ini terletak di dekat kaki Gunung Merapi, dan berada di daerah yang ketinggian. Sehingga suhu udara di daerah ini sangatlah sejuk.

Puncak Pato

Puncak Pato adalah salah satu objek wisata yang terdapat di Kabupaten Tanah Datar. Letaknya di atas perbukitan yang masih asri dan belum banyak tersentuh oleh tangan-tangan manusia.
Objek wisata Puncak Pato memang tidak seterkenal objek wisata Puncak Lawang yang ada di Kabupaten Agam, ataupun objek wisata lainnya yang berdekatan berada di daerah Batusangkar seperti Istana Pagaruyuang. Namun objek wisata ini memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan objek wisata lainnya.
Sumber Gambar: Pasbana

Salah satu tempat yang menjadi spot foto yang keren di Puncak Pato adalah Monumen Perjanjian Sumpah Satiah Bukit Marapalam, atau yang sering masyarakat sekitar sebut sebagai Sumpah Satie atau Sati (Sakti). Bunyi sumpahnya pun mungkin tidak asing lagi bagi masyarakat Minangkabau yaitu “Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah”. Yang artinya adalah adat yang ada di Minangkabau dibuat berdasarkan syarak (Agama), dan Syarak tersebut berasal dari kitab Al-Qur’an.

Sahabat pituluik masih ingat dengan sejarah Perang Padri yang pernah kami publish? ya, sumpah ini juga berkaitan dengan peperangan antara kaum adat dengan kaum agama. Melalui perjanjian inilah permasalahan yang terjadi di Minagkabau ketika itu dapat diselesaikan secara damai.

Kesepakatan dalam perjanjian tersebut didapatkan setelah tiga unsur kepemimpinan di Minangkabau yang terkenal dengan Tigo Tugku Sajarangan sepakat bahwa adat dan agama tidaklah bertentangan. Karena Adat itu berdasarkan syarak (Agama) dan Syarak (Agama berdasarkan Kitab (Al-Qur’an). Maka dari hasil perjanjian tersebut dibangunlah tiga buah patung yang melambangkan sosok Cadiak Pandai, Niniak Mamak dan Alim Ulama.

Lokasi

Lokasi dari objek wisata ini berada sekitar 15km dari pusat Kota Batusamgkar. Untuk menuju lokasi dibutuhkan mental dan stamina yang kuat karena harus melewati jalanan yang curam. Tepatnya lokasi objek wisata ini berada di daerah Batu Bulek, lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.  Biaya masuk ke lokasi wisata ini adalah Rp 4.500 per orang.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *