10 Tempat Wisata Religi Di Luhak Agam

  • Bagikan
Sumber Gambar: Kabar Ranah

Kabupaten Agam atau yang sering disebut orang dengan luhak agam merupakan salah satu daerah yang ada di Provinsi Sumatera barat. Daerah ini memiliki banyak sekali tempat wisata, baik itu wisata alam, religi, maupun wisata bahari.

Adapun beberpaa objek wisata religi yang ada di Luhak Agam diantaranya:

1. Mesjid Utama Pincuran Gadang, Matur 


Mesjid Utama Pincuran Gadang merupakan mesjid tertua yang ada di daerah Matur. Masjid ini sampai dengan saat ini masih digunakan sebagai tempat beribadah sholat dan acara keagamaan lainnya. Dari bentuk bangunannya masjid ini masih dalam kategori masjid jaman dahulu, dimana ciri khas masjid zaman dahulu adalah memiliki atap yang bertingkat.

2. Surau Inyiak Canduang

Surau ini oleh masyarakat setempat dikenal dengan nama Surau Tinggi karena memiliki dua tingkat. Letaknya berseberangan dengan pesantren Tarbiyah Islamiyah Canduang yang telah berumur lebih kurang 100 tahun. Di tempat inilah Inyiak Canduang pertama kali mengajarkan mengaji (mebaca Al Qur’an dan ilmu pengetahuan tentang Agama Islam ), kepada anak-anak Canduang dan sekitarnya bahkan ada yang berasal dari luar Canduang. Sekarang surau ini berubah fungsi menjadi asrama santri laki-laki dari Pesantren Tarbiyah Islamiyah Canduang.

3. Pesantren Tarbiyah Islamiyah Caduang

Pesantren ini didirikan pada Bulan Mei 1928 oleh Inyiak Canduang. Sebelumnya Pesantren ini bernama Madrasah arbiyah Canduang dan merupakan salah satu madrasah tertua di Minangkabau. Sekarang Madarasah yang berdiri di tengah desa Candung dengan bangunan megah dua tingkat telah berganti nama sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman yaitu Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Candung dan memiliki santri sebanyak 975 orang.

4. Makam Syekh Sulaiman Ar-Rasuly (Inyiak Canduang)

Makam ini terletak dalam lokasi Pondok Pesantren Islamiyah Candung. Inyiak Canduang lahir tahun 1871 M di Candung meninggal pada 1 Agustus 1970. Beliau pernah menjabat Qadhi di Kelarasan Candung (tahun 1917 M) yaitu orang yang berwenang mengurusi talak, nikah, dan rujuk. Pada tahun 1918 menjabat sebagai Presiden anak cabang Serikat Islam. Tahun 1930 bertugas mengelola semua madrasah yang berada dibawah naugannya kemudian pada tahun 1943 menjadi pimpinan Majlis Islam Tinggi Minangkabau (MITM). Disamping itu beliau juga merupakan salah seorang pendiri Organisasi PERTI (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) serta aktif sebagai penulis.

5. Makam Tuanku Samik

Makam ini berada di Biaro Kecamatan IV Angkat yang dibangun pada tanggal 11 Juli 1949. Setiap Bulan Maulid banyak dikunjungi oleh umat Islam dari Daerah Pariaman.

6. Surau Inyiak Lundang

Surau ini merupakan sebuah surau yang cukup tua dan di surau inilah dulunya Inyiak Ludang mengembangkan Agama Islam. Sekarang surai ini berfungsi sebagai tempat pendidikan Agama Islam yang dikenal dengan perguruan Al Qur’an Lundang. Surau Inyiak Lundang terletak di Kecamatan IV Angkat.

7. Makam Syekh Ibrahim Musa (Parabek)

Makam ini terletak di halaman Mesjid Jami’ Parabek Syekh Ibrahim Musa lahir pada tahun 1881 M. Semasa hidupnya beliau banyak bergerak dalam memajukan pendidikan terutama pendidikan Agama Islam. Disamping itu juga ikut dalam aktifitas politik serta termasuk salah seorang ulama yang menentang Ordonansi Sekolah liar.

8. Surau Batu Lamo

Terletak di Jorong Kratau Nagari Bengkaweh Kecamatan Banuhampu yang didirikan pada tahun 1901. Pada masa dahulu surau ini adalah tempat pengembangan pendidikan Agama Islam bagi masyarakat Kratau. Di Surau ini Syekh Ibrahim Musa (Inyiak Jambek) juga pernah menjadi gurunya. Sekarang surau ini berganti nama dengan mesjid Al Ihsan yang berfungsi sebagai tempat shalat dan wirid pengajian Agama Islam bagi masyarakat setempat.

9. Pondok Pesantren SumateraTawalib Parabek

Pondok Pesantren ini merupakan lembaga pendidikan Islam yang dibina oleh Ibrahim Musa. Beliau merubah pengajaran Surau dari Sistem Halaqah kepada Sistem Klasikal. Pada awalnya pesantren ini hanya merupakan sebuah surau yang digunakan untuk mengembangkan ajaran-ajaran Islam dan dibangun pada tahun 1908 sebelum adanya mesjid Jamiak. Adapun yang menjadi guru pada saat itu adalah Syekh Ibrahim Musa (Inyiak Parabek) yang telah mendapat pendidikan agama di Mekkah. Pada saat ini santrinya berjumlah lebih kurang 850 orang yang berasal dari berbagai daerah baik di dalam maupun di luar wilayah Sumatera Barat. Pondok ini terletak dalam daerah Kecamatan Banuhampu.

10. Masjid Jamik Parabek

Berada di Jorong Parabek Nagari Ladang Laweh lebih kurang 2 km dari jalan raya Padang Luar masih berada dalam Kecamatan Banuhampu. Dibangun atas prakarsa dari Syekh Ibrahim Musa atau dikenal dengan Inyiak Parabek sekembalinya dari Mekkah tahun 1908 M. Pada tahun 1926 dilaksanakan rehab untuk pertama kalinya. Namun ketika masih dalam pengerjaan terjadi gempa bumi sehingga perbaikan bangunan tersebut terhenti kemudian atas swadaya masyarakat setempat, tahun 1933 dibangun kembali dan selesai tahun 1935. Tahun 2002 kembali dilakukan perbaikan kecil dan pengecatan di sekitar mesjid.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.